Mesin Isuzu Giga Bahan Bakar Common Rail

MESIN ISUZU GIGA BAHAN BAKAR COMMON RAIL

 

Isuzu Giga adalah truk medium pertama di Indonesia dengan menggunakan sistem bahan bakar Common Rail.

Dan Apakah itu CommonRail ?  Bagaimana sistem kerja Common Rail ?

Berikut ulasan lengkap tentang Mesin Isuzu Giga Bahan Bakar Common Rail

KOMPONEN UTAMA

img_20161118_143839Semua mesin yang digunakan pada Isuzu Giga telah menggunakan sistem bahan bakar berteknologi baru, yakni common rail electronic fuel injection system atau lebih dikenal dengan heavy duty common rail system.

Terdapat emat bagian utama sistem ini, yaitu injector, supply pump, common rail dan ECM.

  1. Injector berperan menginjeksikan bahan bakar bertekanan tinggi ke dalam ruang bakar mesin.
  2. Supply pump menghasilkan tekanan tinggi dan men-supply tekanan tinggi bahan bakar.
  3. Common Rail mengatur tekanan tinggi bahan bakar yang dihasilkan injector yang akan menginjeksikan bahan bakar kedalam cylinder.
  4. ECM, tiga bagian tersebut bekerja berdasarkan perintah ECM yang merima data input dari beberapa sensor. ECM inilah yang akan mengatur injection timing dan jumlah injeksi bahan bakar sesuai dengan kondisi pengendaraan.
Catatan : Dengan sistem heavy duty common rail, mesin diesel ini menjadi lebih hemat bahan bakar dan lebih muda diperbaiki. Tekanan pada common rail selalu stabil pada setiap rpm, mulai dari rpm rendah hingga rpm tinggi.

 

PRINSIP KERJA

img_20161118_143924ECM adalah komputer yang mengatur dan mengkontrol kerja beberapa sistem pada mesin. Untuk kendaraan dengan standar emisi euro 2, ECM akan mengkontrol empat sistem sebagai berikut :

  1. Sistem bahan bakar
  2. Sistem turbocharger
  3. Sistem rem gas buang
  4. On-board diagnostics

ECM menerima informasi dari berbagai sensor secara terus menerus. Berdasarkan informasi ini, ECM akan menkontrol beberapa sistem dan mempengaruhi kerja dan kinerja mesin.

ECM memiliki fungsi diagnostic mesin, untuk mendeteksi problem mesin, memberikan peringatan kepada pengemudi melalui malfunction lamp (MIL), dan menyimpan diagnostic trouble codes (DTC). Melalui DTC ini masalah / kesalahan pada sistem akan dikenali sehingga teknisi dapat memperbaiki masalah tersebut dengan mudah.

Catatan : ECM merupakan kontrol elektronik pada sistem heavy duty common rail. Setiap gerakan mesin selalu dalam pantauan sensor sehingga kerja mesin diesel ini menjadi lebih presisi, dengan jumlah dan tinggi injeksi bahan bakar yang tepat dalam setiap rpm mesin. Jauh lebih hemat bahan bakar, ramah lingkungan dan lebih muda diperbaiki.

 

BEBERAPA SENSOR PENTING (EURO 2)

img_20161118_1442571. Camshaft position (CMP) sensor : CMP sensor dipasangkan di cylinder head pada bagaian belakang camshaft gear. Fungsi utamanya adalah untuk mendektesi posisi TDC (saat piston dalam posisi paling atas) masing-masing cylinder mesin untuk menentukan timing injeksi setiap cylinder.

2. Crankshaft position (CKP) sensor : Bentuknya sama seperti CMP sensor. CKP sensor dipasangkan pada flywheel housing. Fungsi utamanya adalah untuk mendeteksi posisi TDC langkah kompresi cylinder no.1

3. Barometric Pressure (BARO) sensor : BARO sensor diletakkan di belakang lower cover. Berfungsi untuk mendeteksi ketinggian posisi kendaraan dari permukaan air laut. Agar diketahui tingkat kerapatan udara yang tepat guna menentukan akurasi penyemprotan bahan bakar.

Catatan : Bahan bakar disemprotkan dengan sangat akurat. Dengan penggunaan sistem heavy duty common rail, mesin diesel ini menjadi lebih hemat bahan bakar dan lebih mudah diperbaiki.

img_20161118_144357

 

4. Boost Pressure Sensor : Boost Pressure sensor diletakkan pada pipa indukFungsi utamanya mendeteksi tekanan udara dalam saluran masuk.

5. Engine Coolant Temperature (ETC) Sensor : ECT sensor dipasangkan pada thermostat housing. ECT sensor adalah sebuah variable resistor dan berfungsi untuk mengukur temperatur cairan pendingin mesin.

6. Fuel Temperature (FT) Sensor : FT sensor dipasangkan pada fuel supply pump. FT sensor adalah sebuah variable resistor dan ia mengukur temperatur bahan bakar yang masuk ke fuel supply pump.

 

img_20161118_144432

Catatan : Selama mesin bekerja, sensor-sensor di atas memantau perubahan-perubahan keadaan yang diperlukan. Input dikirim ke ECM, dan seketika itu ECM melakukan pengaturan untuk mempertahankan tenaga dan efisiensi mesin.

 

 

COMMON RAIL

img_20161118_144521Dalam sistem heavy duty common rail, terdapat accumulator chamber yang disebut common rail (fuel rail). Bagian ini berfungsi untuk menyimpan bahan bakar bertekanan tinggi, yang selanjutnya akan dikirim ke injector yang bekerja secara elektronik.

Injector ini akan menyemprotkan bahan bakar bertekanan tinggi kedalam ruang bakar mesin dengan tekanan, kecepatan dan timing injeksi yang diatur sepenuhnya oleh ECM.

Karena jumlah bahan bakar bertekanan ditampung dalam fuel rail ini telah dirancang sesuai dengan berbagai kondisi pengoperasikan mesin, makan tekanan injeksi akan tetap stabil setiap saat. Sehingga, ketika mesin masih bekerja pada putaran rendah, asap gas buang mesin tetap bersih. Begitu juga ketika kendaraan diakselerasi. Hasilnya, emisi gas buang akan lebih bersih, disamping tetap dapat diperoleh tenaga mesin yang optimal.

Common rail adalah media untuk menampung bahan bakar dengan tekanan tinggi. Bahan bertekanan tinggi ini nantinya dikirimkan ke tiap-tiap injector yang dikontrol secara electronic oleh ECM.

common rail memiliki “Pressure sensor” dan “Pressure limiter”. Pressure sensor memeriksa tekanan rail dan mengirimkan data tekanan tersebut ke ECM. Jika tekanan dalam common rail mencapai batas tekanan yang ditentukan, tekanan ini akan menekan pegas pressure limiter sehingga tekanan dalam common rail akan dibebaskan.

FUNGSI UTAMA

img_20161118_144607

Mengkontrol Jumlah Injeksi

Kontrol ini menentukan jumlah bahan bakar yang diinjeksikan (fuel injection quantity) dengan mempertimbangkan kondisi temperatur cairan pendingin mesin, temperatur udara masuk, tekanan udara sekitar (barometric pressure), massa aliran udara (mass air flow) dan beberapa switch input sebagai informasi koreksi terhadap basic injection quantity yang dihitung oleh ECM berdasarkan kondisi kerja mesin (putaran mesin, kedalaman injakan pedal gas dan boost pressure sensor). Tingkat injeksi yang lebih banyak menunjukkan beban mesin bertambah, misalnya saat pedal gas diinjak lebih dalam sementara putaran mesin relatif konstant.

Dengan berbagai pertimbangan tersebut di atas, kemudian dikombinasikan dengan kabutan bahan bakar bertekanan tinggi, maka kontrol ini akan mampu memperbaiki kadar emisi gas buang dan memastikan pemakaian bahan bakar yang tepat.

Dibandingkan dengan governor mekanis yang digunakan pada sistem bahan bakar konvesional, sistem kontrol elektronik ini akan mampu memberikan tingkatan kontrol lebih akurat dalam mengatur jumlah injeksi bahan bakar, sehingga respon akselerasi (acceleration feeling and pressing feeling) menjadi lebih baik.

Mengkontrol Jumlah Injeksi Saat Start

Saat mesin dihidupkan (setelah kunci kontak diputar ke posisi START, sampai kunci kontak kembali ke posisi ON), optimalisasi jumlah bahan bakar yang diinjeksikan dikontrol berdasarkan informasi kondisi putaran mesin dan temperatur cairan pendingin mesin. Saat temperatur rendah, jumlah injeksi bahan bakar akan ditambah. Apabila mesin telah mencapai temperatur kerjanya, “boosted quantity mode” pada saat start akan dibatalkan dan akan berpindah ke “normal running mode”.

Mengkontrol Putaran Idle

Kontrol ini dibuat untuk memperoleh idling yang stabil selama putaran idling apabila terjadi perubahan kondisi putaran mesin. ECM akan mengatur putaran idling target dan mengkontrol jumlah injeksi bahan bakar sesuai dengan kondisi kerja mesin (actual engine speed, coolant temperature dan beban mesin) agar putaran mesin aktual sesuai dengan target putaran idling, sehingga diperoleh putaran idle yang stabil.

Mengkontrol Getaran Idle

Kontrol ini dibuat untuk memperkecil getaran mesin yang disebabkan adanya perbedaan torsi yang dihasilkan setiap cylinder. Perbedaan torsi ini sangat mungkin terjadi apabila jumlah injeksi bahan bakar setiap cylinder berbeda-beda atau bila kemampuan injector bervariasi (injector performance). ECM akan mengkoreksi jumlah injeksi bahan bakar antar cylinder berdasarkan sinyal putaran dari crankshaft position (CKP) sensor. Rentang normal adalah kurang lebih 5 mm kubik.

img_20161118_144649Artikel baru : Kredit Isuzu Giga Terpercaya

Catatan : Untuk mencegah penyumbatan injector, injector needle dilapis dengan DLC (Diamond Like Carbon) yang sangat keras dan licin sehingga deposit sulit sekali menempel.

INJECTOR

img_20161118_144721Injector memiliki lubang atau orifice atau lubang yang sangat kecil (inlet orifice dan outlet orifice). Oleh karena itu, jika menggunakan bahan bakar yang terkontaminasi, orifice akan tersumbat, dan injector tidak dapat berfungsi.

Injector yang digunakan adalah tipe yang tidak dapat dibongkar (Non disassembly). Jika terjadi masalah pada injector, maka harus diganti dengan injector baru.

Berdasarkan hasil survei ISUZU di beberapa SPBU (Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara), untuk mencegah penyumbatan pada common rail system, ada 2 hal yang dilakukan pada mesin, yaitu :

> Tekanan Injeksi injector disesuaikan

> Injector needle dilapis dengan DLC (Diamond Like Carbon)

Selain itu, terkait dengan kesesuaian regulasi pemerintah untuk kendaraan komersial (Euro 2), mesin ini cukup menggunakan satu tahapan injeksi  (single shoot) saja. Sehingga mesin ini terbukti sangat efisien.

Artikel Pendukung : Truk Isuzu Giga Pilihan Tepat Pengusaha Cerdas

Catatan : Untuk menjamin durabilitas sistem bahan bakar, tekanan injeksi bahan bakar disesuaikan dengan kondisi bahan bakar di Indonesia dan injector needle dilapis dengan DLC.

SUPPLY PUMP

img_20161118_144755Supply Pump adalah “jantung-nya” sistem bahan bakar ini. Pompa ini menggunakan torsi mesin untuk menghasilkan tekanan bahan bakar, dan tekanan yang dihasilkan akan ditransfer ke common rail. Pada supply pump ini terpasang suction control valve (SCV) dan fuel temperature sensor (FT sensor).

Fuel Rail Pressure (FRP) Regulator

ECM mengkontrol duty ratio FRP (fuel rail pressure) secara linier (durasi kerjanya sesuai arus yang mengalir ke FRP regulator), untuk mengkontrol jumlah bahan bakar yang dikirim ke high pressure plunger.

Bila jumlah bahan bakar yang dibutuhkan telah tercapai, maka tekanan rail akan diturunkan, beban supply pump juga menurun. Saat arus mengalir ke FRP regulator, akan dihasilkan gaya elektromotif yang bervariasi sesuai dengan duty ratio, gerakan solenoid plunger dan perubahan pengurangan pembukaan fuel passage dan pengaturan jumlah bahan bakar. Ketika FRP regulator dalam posisi OFF, return spring merenggang, membuka penuh fuel passage dan mengirimkan bahan bakar ke plunger (jumlah bahan bakar masuk dan jumlah bahan bakar yang dikeluarkan). Dengan mengubah FRP regulator ON / OFF, bahan bakar akan dikirim sesuai jumlah aktual duty ratio, dan selanjutnya bahan bakar ditekan oleh plunger.

Catatan : Suplly Pump dapat mengatur tekanan bahan bakar sesuai kebutuhan dan menjaga tekanan tetap tinggi tanpa jeda.

FUEL FILTER

img_20161118_144934Dilengkapi dengan dua fuel filter. Pada tahap awal, bahan bakar akan disaring oleh pre-fuel filter, yang mampu menyaring 85 % kandungan kontaminasi bahan bakar yang berukuran hingga 5 u m.

Tabungan pre-filter terbuat dari bahan yang tembus pandang, sehingga memudahkan untuk melihat kondisi kebersihan elemen filter bahan bakar.

img_20161118_144855Setelah terbebas dari beberapa benda asing yang berpotensi merusak komponen sistem bahan bakar, bahan bakar disaring lagi oleh main fuel filter sebelum masuk kedalam supply pump. Pada main filter, sekitar 95 % kandungan kontaminasi bahan bakar yang berukuran hungga 5 u m akan tersaring lagi. Dengan cara ini, ukuran kontaminasi kotoran dalam bahan bakar yang berpotensi mempengaruhi keausan orifice dapat dihindarkan.

ISUZU melalukan emapat cara agar mesin heavy duty common rail ini tetap andal dioperasikan, yaitu :

  1. Double filtering
  2. Single shoot injection
  3. Penyesuaian tekanan injeksi
  4. Pelapisan DLC pada ujung injector
Catatan : Filter adalah komponen utama untuk menjaga kualitas bahan bakar yang digunakan mesin. ISUZU telah berhasil merancang dalam dua tahap penyaringan. Pre-fuel filter dan main fuel filter bekerja untuk menjamin keadaan mesin.

 

DATA LINK CONNECTOR

img_20161118_145024Sistem common rail yang digunakan oleh ISUZU GIGA dilengkapi dengan konektor yang berfungsi sebagai sarana komunikasi antara sistem manajemen mesin dengan tools (perawatan dan perbaikan) untuk mengetahui berbagai parameter dan kondisi kerja sistem heavy duty common rail.

Konektor yang memiliki 16 pin dan terletak di bawah roda kemudi ini disebut dengan Data Link Connector.

Info Harga Isuzu Giga : Beli Isuzu Giga Langsung Dapat Hadiah

Hubungi : 0821 2353 2469 / 0819 0890 3499

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s